Once in a golden hour I cast to earth a seed. Up there came a flower, The people said, a weed. To and fro they went Thro' my garden bower, And muttering discontent Cursed me and my flower. Then it grew so tall It wore a crown of light, But thieves from o'er the wall Stole the seed by night. Sow'd it far and wide By every town and tower, Till all the people cried, "Splendid is the flower!" Read my little fable: He that runs may read. Most can raise the flowers now, For all have got the seed. And some are pretty enough, And some are poor indeed; And now again the people Call it but a weed.
Poetic Flower.
Tuesday, May 30, 2006:
Manusia Oh Manusia

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali


Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya

Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah

Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu


Tongue



mark^anthoni blogged on 05:01 am

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




....................
Google Modules
Previous Entry Home Next Entry